SIMBOLIK WUJUD SYUKUR ATAS ANUGRAH DEWI SRI Cikal bakal penduduk di Desa Pakraman Talepud berasal dari Desa Sudarmaji seputar lereng Gunung Agung, yang dulunya rarud (pindah massal) karena terjadi bencana gering dan kekeringan dashyat. Tradisi Masindihan di Desa Pakraman Talepud, Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar (2) GIANYAR, NusaBali TRADISI ritual keagamaan Masindihan di Desa Pakraman Talepud, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Gianyar sudah diwarisi krama setempat secara turun temurun. Ritual berupa saling sindir teruna-teruni selama semalaman di jaba tengah Pura Puseh yang dilaksanakan setahun sekali pada Sasih Kapitu (bulan ketujuh sistem penanggalan Bali) ini, bermakna sebagai simbolik wujud syukur atas angerah Dewi Sri. Tidak jelas, sejak kapan tradisi Masindihan di Desa Pakraman Talepud---desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli di sisi utara---ini dimulai. Menurut Bendesa Pakraman Talepud, I Nyoman...
Postingan
Menampilkan postingan dari Februari, 2018